PENGUATAN LITERASI AL-QUR’AN MELALUI PROGRAM TAHFIDZ DALAM KONTEKS BUDAYA GAYO DI SEKOLAH UMUM

Authors

  • Ansor IAIN Takengon Author
  • Nurul Aini IAIN Takengon Author
  • Salma IAIN Takengon Author
  • Muhammad Husein IAIN Curup Author

Keywords:

Literasi Al-Qur’an; Tahsin; Tahfidz; Budaya Gayo; Sekolah Umum.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program tahsin dan tahfidz Al-Qur’an dalam penguatan literasi Al-Qur’an siswa serta mengkaji peran budaya Gayo dalam mendukung pelaksanaan program di sekolah umum. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru tahfidz, dan siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program tahsin dan tahfidz dilakukan melalui tiga tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, sekolah memetakan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa dan menjadikan tahsin sebagai dasar sebelum tahfidz. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui pembelajaran tahsin, talaqqi, setoran hafalan, dan muraja’ah secara bertahap sesuai kemampuan siswa. Sementara itu, evaluasi dilakukan secara berkala dengan menilai kualitas bacaan, tajwid, dan hafalan siswa. Penelitian ini juga menemukan bahwa budaya Gayo memiliki kontribusi penting dalam mendukung keberhasilan program melalui nilai religiusitas, kedisiplinan, penghormatan terhadap guru, dan penghargaan terhadap ilmu pengetahuan. Faktor pendukung program meliputi motivasi siswa, kemampuan dasar membaca Al-Qur’an, dukungan sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial religius, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu pembelajaran dan heterogenitas kemampuan siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi Al-Qur’an di sekolah umum dapat dilakukan secara efektif melalui integrasi tahsin dan tahfidz yang didukung oleh manajemen program yang terstruktur serta penguatan nilai budaya lokal. Penelitian ini menawarkan model penguatan literasi Al-Qur’an berbasis integrasi tahsin, tahfidz, dan budaya Gayo yang adaptif terhadap karakteristik sekolah umum.

Downloads

Published

2026-06-18

How to Cite

PENGUATAN LITERASI AL-QUR’AN MELALUI PROGRAM TAHFIDZ DALAM KONTEKS BUDAYA GAYO DI SEKOLAH UMUM. (2026). Jurnal Pengkajian Islam, 1(1). http://madanipublisherindonesia.or.id/index.php/jpi/article/view/35