Integrasi Literasi Hukum dan Nilai-Nilai Dakwah Islam sebagai Strategi Pemberdayaan Masyarakat untuk Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal
Keywords:
Domestic Violence, Legal Protection, Da'wah Values, Community Service, Mandailing NatalAbstract
ABSTRACT
Domestic violence (DV) remains a persistent social and legal issue in Mandailing Natal Regency, Indonesia, where limited legal literacy and socio-cultural perceptions often hinder prevention efforts and discourage victims from seeking assistance. This community service program aimed to enhance community legal literacy, strengthen Islamic da'wah values in preventing domestic violence, and develop a sustainable community-based prevention mechanism in Panyabungan District. The program adopted a participatory approach through legal education sessions, Focus Group Discussions (FGDs), case-based learning, and community mentoring involving 85 participants, including housewives, religious leaders, community leaders, village officials, and young women. Program effectiveness was evaluated using pre- and post-intervention assessments, participant observations, and discussion outcomes. The results indicated a 73% increase in participants' understanding of Law No. 23 of 2004 concerning the Elimination of Domestic Violence, a 68% improvement in their ability to identify early indicators of domestic violence, and the successful establishment of a Community-Based Domestic Violence Prevention Task Force. The integration of legal education with Islamic da'wah values also fostered a shift in community perceptions, recognizing domestic violence not merely as a private family matter but as a public social issue requiring collective responsibility and intervention. This integrated legal–religious empowerment model demonstrates the potential for strengthening community participation, improving legal awareness, and establishing sustainable domestic violence prevention mechanisms in rural communities.
References
Abdullah, I. (2021). Kekerasan Berbasis Gender dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif. Jurnal Hukum Islam, 19(2), 215–234.
Anak, K. P. P. dan P. (2023). Profil Perempuan Indonesia 2023. Kementerian PPPA.
Fadilah, N. (2020). Penguatan Kapasitas Komunitas dalam Pencegahan KDRT: Studi Kasus Program Desa Bebas Kekerasan di Jawa Tengah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 4(1), 45–60.
Hanum, F. (2019). Dakwah dan Pemberdayaan Perempuan: Integrasi Nilai Keagamaan dalam Program Perlindungan Korban KDRT. Jurnal Ilmu Dakwah, 39(1), 89–108.
Hasibuan, A. R. (2022). Budaya Hukum dan Kepatuhan Masyarakat terhadap UU PKDRT di Wilayah Perdesaan Sumatera Utara. Jurnal Penelitian Hukum, 8(3), 312–329.
Lubis, M. (2021). Sistem Nilai Budaya Batak Mandailing dan Implikasinya terhadap Pola Penanganan Konflik Keluarga. Jurnal Sosiologi Agama, 15(2), 178–196.
Nasution, K. (2020). Fiqh Keluarga dan Perlindungan Hak-hak Perempuan: Perspektif Ulama Kontemporer. Pustaka Pelajar.
Pohan, R. S. (2022). Kepemimpinan Perempuan dan Ketahanan Keluarga: Studi Komunitas Majelis Taklim di Mandailing Natal. Jurnal Perempuan Dan Keluarga, 7(1), 55–72.
Rambe, E. (2022). Komunikasi Dakwah dan Pemberdayaan Hukum Masyarakat Pinggiran. Jurnal Lektur Keagamaan, 20(1), 123–145.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, 2004 (2004).
Wahyuni, R. (2021). Efektivitas Program Sosialisasi KDRT Berbasis Komunitas Keagamaan di Kabupaten Mandailing Natal. Jurnal Penelitian Komunikasi Dan Opini Publik, 25(2), 189–204.
Zahara, N. (2020). Pendekatan Multidisipliner dalam Penanganan Kasus KDRT di Indonesia: Tinjauan Hukum, Psikologi, dan Sosial Budaya. Jurnal Hukum & Pembangunan, 50(3), 546–568.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rahmi Wahyuni, Ardina Khoirun Nisa (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
